• Pelayanan Poliklinik : Senin - Jumat 8:00 - 16:00 WIB

Kamis, 25 Juli 2024 : WIB

kegiatan-program-inovasi-j-ngepods-kidney-health-for-all-penyuluhan-world-kidney-day-2024-peringatan-hari-ginjal-sedunia-oleh-rsd-dr-soebandi

9 Mei 2024

KEGIATAN PROGRAM INOVASI J-NGEPODS “KIDNEY HEALTH FOR ALL” & PENYULUHAN “WORLD KIDNEY DAY 2024” PERINGATAN HARI GINJAL SEDUNIA OLEH RSD dr. SOEBANDI

anggal 14 Maret 2024 merupakan World Kidney Day (WKD) atau Hari Ginjal Sedunia yang merupakan peringatan untuk mengkampanyekan kesadaran penduduk dunia terhadap pentingnya kesehatan ginjal dengan mengambil tema Memajukan akses yang adil terhadap layanan dan praktik pengobatan yang optimal. Tema ini diambil untuk memperlihatkan bahwa pelayanan dan penanganan medis dalam hal pengobatan ginjal saat ini memang semakin maju. Selain itu, kampanye ini juga mendorong strategi kolaboratif untuk meningkatkan akses terhadap pengobatan yang sesuai bagi mereka yang menderita penyakit ginjal. Harapannya upaya ini bisa memperlambat laju komplikasi akibat penyakit ginjal. Meskipun ginjal hanya sebesar kepalan tangan, namun ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki banyak peranan penting dalam menunjang kesehatan tubuh.

Hal inilah yang melatarbelakangi RSD dr. Soebandi untuk memeriahkan Hari Ginjal Sedunia pada hari Jumat, 15 Maret 2024 dengan menyelenggarakan kegiatan podcast zoom J-NGEPODS (Jember Ngepodcast) Bersama Soebandi Beken Jember Keren "Kidney Health for All" dan penyuluhan "World Kidney Day 2024" sebagai sarana edukasi bagi tenaga kesehatan dan masyarakat secara luas.

Kegiatan J-NGEPODS kali ini adalah podcast ke 7 yang telah diselenggarakan oleh RSD dr. Soebandi pada tahun 2024. J-NGEPODS adalah upaya RSD dr. Soebandi untuk memberikan pelayanan prehospital mengenai kesehatan ginjal melalui pemberian informasi yang cerdas dan akurat dari para ahli. Kegiatan podcast ini ditayangkan melalui zoom dan live streaming di channel Youtube RSD dr. Soebandi.

Podcast diawali dengan sambutan dari dr. Wiwik Supartiwi, M.Kes selaku Wakil Direktur SDM dan Diklit RSD dr. Soebandi sekaligus membuka acara. Beliau mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan podcast serta mengajak pemirsa untuk menyimak penjelasan dari pemateri hingga akhir acara agar mendapatkan informasi yang tuntas terkait kesehatan ginjal dan layanan hemodialisa di RSD dr. Soebandi. Beliau menyampaikan bahwa RSD dr. Soebandi menyelenggarakan podcast ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai penyakit ginjal serta menjawab mitos dan fakta yang beredar di masyarakat mengenai penyakit ginjal. Bagi tenaga kesehatan di FKTP diharapkan dapat memberikan tatalaksana yang tepat sebelum merujuk pasien ke RSD dr. Soebandi.

Narasumber yang memberikan materi kali ini adalah dr. Yuli Hermansyah, Sp.PD selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSD dr. Soebandi. Podcast kali ini dipandu oleh host Dina Amalia, S.Kep. Ners yang merupakan Perawat Dialisis RSD dr. Soebandi.

Penyakit ginjal adalah kelainan yang mengenai organ ginjal yang timbul akibat berbagai faktor, bisanya timbul secara perlahan dan sifatnya menahun. Faktor resiko yang menyebabkan terjadinya gagal ginjal adalah penderita Diabetes Mellitus yang tidak terkontrol, hipertensi yang tidak terkontrol dan tidak menimbulkan gejala, batu ginjal, mengalami infeksi, penyakit autoimun, penggunaan obat - obatan tanpa resep dokter, obesitas, konsumsi bahan - bahan kimia seperti pengawet, mengkonsumsi minuman beralkohol, dan penyalahgunaan obat-obatan psikotropika. Gangguan fungsi ginjal yang menurun secara cepat, fungsi tersebut tidak bisa kembali seperti semula karena ginjal mengalami kegagalan dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.

Gejala yang dialami oleh pasien dengan gagal ginjal adalah lemah, mual muntah, sesak nafas, bengkak, gatal gatal pada kulit, dan penurunan kesadaran. Gagal ginjal disebabkan oleh batu saluran kencing, hipertensi, DM atau kencing manis, gaya hidup tidak sehat, konsumsi obat berlebihan dalam jangka waktu lama. Pasien dengan gagal ginjal dapat diberikan terapi hemodialisa/ cuci darah, Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD)/ cuci darah melalui perut, transplantasi ginjal.

Pasien pengidap gagal ginjal tidak perlu berkecil hati karena pasien tetap bisa menjalani hidup normal, bekerja, travelling, makan sehat, dan melakukan quality time. Agar dapat beraktivitas dengan baik, pasien hatus rutin menjalani HD, membatasi cairan, membatasi makanan dan minuman yang tinggi kalium, natrium, dan fosfor. Kalium banyak terkandung di sayur dan buah. Kadar natrium tinggi banyak terkandung pada penyedap makanan.

Cara mencegah gagal ginjal adalah deteksi dini. Gagal ginjal gejalanya bervariasi. Ada yang mengalami sesak, kejang, jantung berhenti mendadak. Namun yang patut diwaspadai adalah gagal ginjal yang tidak menimbulkan keluhan yang berarti. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal. Usahakan untuk memeriksa warna urine kita, jumlah produksi urine, dan frekwensi buang air kecil. Perlu diwaspadai jika ada pembengkakan di kaki, perut, dan wajah. Namun hal ini harus diperiksa lebih lanjut untuk menentukan bengkak dari penyakit ginjal atau gangguan dari organ lainnya. Pemeriksaan ginjal dilakukan dengan memeriksa kadar kreatinin, BUN, dan urine lengkap. Pemeriksaan penunjang lainnya akan dilakukan berdasarkan kasusnya.

Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar untuk pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah juga tak kalah penting. Dengan adanya support dari orang-orang terdekat diharapkan kondisi psikologis pasien dapat menjadi lebih tenang sehingga menjadi optimis dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tips agar ginjal sehat diantaranya adalah minum air yang cukup sesuai kebutuhan, tidak menahan buang air kecil, dan menjalani pola hidup sehat.

Selain mengadakan podcast, RSD dr. Soebandi juga melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan di ruang tunggu Klinik Spesialis Penyakit Dalam dengan audience berjumlah 31 orang. Materi penyuluhan yang berjudul "World Kidney Day 2024" dibawakan oleh Dokter Muda yang sedang menempuh pendidikan profesi di RSD dr. Soebandi didampingi oleh di. Irawan Fajar K, Sp. PD dan dr. Norma Rahayu N., Sp. PD. Audience penyuluhan tidak hanya pasien dan keluarga yang sedang menjalani pengobatan di Klinik Spesialis Penyakit Dalam saja tetapi juga keluarga pasien Hemodialisa. Mereka tampak antusias menyimak pemateri. Di akhir sesi diadakan tanya jawab dengan dokter.

Semoga kegiatan podcast dan penyuluhan kali ini dapat menambah ilmu dan juga meningkatkan semangat untuk menjaga kesehatan ginjal bagi tenaga kesehatan dan masyarakat secara luas. Wes Wayahe RSD dr. Soebandi APIK (Amazing, Perfect, Interest, Kinetic). Salam sehat dan penuh manfaat.