• Pelayanan Poliklinik : Senin - Jumat 8:00 - 16:00 WIB

Kamis, 25 Juli 2024 : WIB

program-inovasi-rsd-dr-soebandi-j-ngepods-ubah-pola-pikirmu-mari-peduli-tuli-dapat-disembuhkan-dalam-rangka-memperingati-world-hearing-day-2024

9 Mei 2024

PROGRAM INOVASI RSD dr. SOEBANDI J-NGEPODS “UBAH POLA PIKIRMU, MARI PEDULI, TULI DAPAT DISEMBUHKAN” DALAM RANGKA MEMPERINGATI WORLD HEARING DAY 2024

Telinga merupakan indera yang sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari- hari. Kesehatan pendengaran harus dilakukan secara inklusi mulai dari hulu sampai hilir. Deteksi dini merupakan komponen penting agar pencegahan gangguan pendengaran bisa dikenali sejak dini dan ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. Hal inilah yang melatarbelakangi RSD dr. Soebandi untuk menyelenggarakan kegiatan podcast zoom J-NGEPODS (Jember Ngepodcast) Bersama Soebandi Beken Jember Keren pada hari Jumat, 22 Maret 2024 dengan judul Ubah Pola Pikirmu, Mari Peduli, Tuli Dapat Disembuhkan sebagai sarana edukasi bagi nakes & masyarakat secara luas. Kegiatan ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan telinga. Podcast zoom kali ini merupakan rangkaian kegiatan terakhir dalam peringatan World Hearing Day 2024, setelah RSD dr. Soebandi menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan di area Rawat Jalan serta kegiatan program inovasi J-PESTA (Jember Peduli Kesehatan Telinga) yang dalam pelaksanaannya terdapat kegiatan Serap Aspirasi dan Bakti Sosial pemeriksaan telinga dan pembersihan telinga pada anak- anak Down Syndrome.

J-NGEPODS kali ini adalah podcast ke 8 yang telah diselenggarakan oleh RSD dr. Soebandi pada tahun 2024. Kegiatan J-NGEPODS adalah upaya RSD dr. Soebandi untuk memberikan pelayanan prehospital untuk deteksi dini tentang kesehatan pendengaran melalui pemberian informasi yang cerdas dan akurat dari para ahli.

Narasumber yang memberikan materi adalah dr. Denny Rizaldi A, Sp.THT-BKL, beliau merupakan Dokter Spesialis THT-BKL RSD dr Soebandi. Podcast kali ini dipandu oleh host Della Putri Pratikno, S.Ked yang merupakan Dokter Muda yang saat ini sedang menempuh pendidikan profesi di RSD dr. Soebandi.

Podcast diawali dengan sambutan dari dr. Wiwik Supartiwi, M.Kes selaku Wakil Direktur SDM dan Diklit RSD dr. Soebandi sekaligus membuka acara. Beliau mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan podcast dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Beliau mengajak pemirsa untuk menyimak penjelasan dari pemateri hingga akhir acara agar mendapatkan informasi yang akurat, mengupas tuntas mitos dan fakta yang beredar di masyarakat terkait kesehatan telinga.

Tuli merupakan gangguan pendengaran baik sebagian maupun total pada salah satu atau kedua telinga. Terdapat 5 penyakit terbanyak yang dapat menyebabkan tuli, yaitu congek/ OMSK, serumen/ kotoran telinga, kongenital/ bawaan, presbikusis, dan trauma akustik.

Congek telinga terjadi akibat adanya infeksi kronis pada telinga bagian tengah disertai adanya lubang pada gendang telinga dan keluarnya cairan atau nanah yang sering terjadi pada anak-anak umumnya usia 6-18 bulan hingga 2 tahun. Kejadian congek dimana gejalanya seperti nyeri telinga, keluar cairan dari telinga, penurunan pendengaran, telinga terasa penuh dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya: terkena ISPA /batuk pilek berulang, alergi, dan daya tahan tubuh rendah. Solusinya adalah segera periksakan telinga ke dokter, konsumsi obat secara teratur dan kontrol rutin, lakukan pembersihan telinga di dokter, hindari penggunaan cotton buds atau pembersih telinga yang terbuat dari besi, terlebih lagi bulu ayam. Terapkan pola hidup sehat karena dapat menjaga daya tahan tubuh agar tetap baik.

Serumen telinga merupakan hasil produksi kelenjar di liang telinga yang berfungsi sebagai pelindung telinga dari kerusakan, infeksi, dan serangga. Perlu diwaspadai jika serumen telinga berwarna hitam, disertai bercak darah, dan berbau tidak sedap. Serumen dapat mengembang dan menutup liang telinga yang menyebabkan ketulian ringan hingga sedang. Telinga punya cara membersihkan diri, seperti saat mengunyah. Jika telinga terasa terganggu, jangan dikorek segera periksa ke Puskesmas/ dokter setempat, dan periksa telinga ke dokter secara rutin 6 bulan sekali.

Penyakit kongenital pada bayi dan anak yang mengganggu pendengaran didapatkan sejak lahir, atau segera setelah lahir yang disebabkan adanya kelainan liang telinga, tuli saraf bawaan, kelainan daun telinga, dan kelainan telinga dalam. Yang harus dilakukan adalah pemeriksaan fungsi pendengaran pada bayi baru lahir oleh dokter dan rutin kontrol kehamilan ke fasilitas kesehatan. Jika anak terindikasi mengalami ketulian segera lakukan pemeriksaan agar tidak terjadi keterlambatan bicara.

Presbikusis atau yang sering disebut telinga tua terjadi akibat kedua telinga tidak bisa mendengar suara bervolume tinggi diakibatkan penuaan yang diakibatkan oleh penyakit berkelanjutan, obat- obatan, bising, yang umumnya diderita oleh pasien dengan usia diatas 65 tahun. Pada umumnya gejala yang dialami seperti telinga sering berdengung, tidak mendengar suara bervolume tinggi, sulit memahami perkataan orang lain, sering meminta orang lain untuk mengulang perkataan, dan selalu meningkatkan volume suara radio dan televisi.Yang harus dihindari adalah berada di tempat bising, mendengar suara keras, dan kebiasaan merokok.

Trauma akustik dalam bahasa medis adalah Noice Induced Hearing Loss (NIHL) yang merupakan gangguan pendengaran akibat kerusakan telinga yang dipicu mendengarkan suara bising/intensitas tinggi, dimana penderitanya mengalami suara berdenging disertai nyeri di telinga dan terjadi penurunan pendengaran. Pencegahan yang harus dilakukan adalah menghindari menggunakan pengeras suara dengan volume yang tinggi dalam waktu yang lama dan gunakan alat pelindung pendengaran saat bekerja.

Bagi pasien yang terlanjur mengalami tuli jangan berkecil hati, penggunaan alat bantu dengar dapat membantu pendengaran sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Untuk pengguna earphone pergunakan volume suara maksimal 60% dari volume maksimal dan gunakan earphone maksimal 60 menit.

Semoga podcast kali ini dapat menambah ilmu bagi tenaga kesehatan dan masyarakat secara luas. Wes wayahe RSD dr. Soebandi APIK (Amazing, Perfect, Interest, Kinetic).